Soal UAS Beserta Jawabannya

Hallo guys, berikut saya akan membagi tautan seputar soal-soal dan hal-hal yang perlu anda ketahui mengenai jaringan. Barangkali ada dari kalian yang memiliki pertanyaan yang sama dengan yang saya bagikan, di sini kalian bisa sekaligus menemukan jawabannya. Check this out`




Jelaskan tentang MAC Address!

MAC Address (Media Access Control Address) adalah., sebuah alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan data-link dalam tujuh lapisan model OSI, yang merepresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan.


Dalam perhitungan matematika, berapakah nilai 1 watt dalam dBm

Dalam sitem telekomunikasi tidak dapat dipisahkan dengan konversi bilangan. Terkadang kita terlupa bagai mana cara mengkonversi bilangan-bilangan tersebut.
Untuk mengingatkan kita kembali saya akan memposting cara menkonversi bilangan-bilangan tersebut.

Konversi bilangan dari watt ke dBw:
Rumus yang kita pergunakan adalah:


p(dBm)=10 log P(w)/10^-3
10^-3 kita peroleh dari mili(10^-3) sesuai dengan nilai yang diinginkan yaitu dalam dBm(desiBell mili)
apabila yang hasil akhir yang diinginkan dalam dBW makan 10^-3 pembaginya menjadi 10^0 atau 1

sebagai contoh kita akan mengkonversi bilangan 1 watt menjadi dBm
maka penyelesaiannya adalah:
p(dBm)=10log1/10^-3
           =10log10^3
           =10x3=30dBm

Untuk konversi bilangan Watt ke dBm masih menggunakan rumus diatas yaitu:
misalnya kita mengkonversi bilangan 30 dBm ke Watt
maka penyelesaiannya adalah:
P(dBm)=10log P(watt)/10^-3
30 dBm=10log p(watt)/10^-3
         3 =log p(watt)+log10^3
         3 =log P(watt)+3
         0 =log p(watt)
p(watt) =10^0
           = 1Watt



Antena Diversity digunakan untuk permasalahan wireless LAN apa? jelaskan!


Diversity adalah penggunaan dua buah antena untuk masing-masing radio, untuk meningkatkan kualitas sinyal yang diterima. Antena tersebut digunakan untuk menyediakan solusi diversity in bisa dalam satu fisik/divais yang sama ataupun dalam 2 buah antenna yang berbeda tetapi diletakkan di tempat yang sama. Diversity menyediakan solusi bagi jaringan wireless terhadap kasus multipath fading. Penggunaan antena rangkap untuk memastikan bahwa jika satu antena berada pada RF null maka yang lain tidak, dimana menyediakan unjuk kerja yang lebih baik pada lingkungan multipath. Kamu dapat memindahkan/menggerakkan antena dari titik null untuk memungkinkan menerima sinyal dengan baik.

Dengan solusi antena diversity yang mempunyai dua antena pada fisik yang sama, terdapat dua elemen pengirim dan penerima pada antena jenis tersebut. Karena ada dua elemen, maka ada dua kabel antena; kedua kabel tersebut harus dihubungkan ke port antena pada access point. Bandingkan fitur diversity yang dapat memilih satu antena pada suatu waktu, ia tidak dapat memperoleh sinyal pada kedua antena sekaligus karena akan menciptakan kondisi multipath. Karena pemakaian antenna dipilih dengan sendirinya, kedua antena tersebut harus mempunyai karakteristik radiasi yang sama dan diposisikan untuk melingkupi sel sel yang sama. Dua antena yang dihubungkan terhadap access point yang sama tidak boleh digunakan untuk melingkupi 2 sel yang berbeda. Dalam rangka meningkatkan ruang lingkup, dilakukan mensurvei lokasi untuk menentukan ruang lingkup RF antena tersebut. Letakkan access point di tempat yang tepat pada lokasi instalasi. Tujuan diversity adalah untuk menangani multipath fading. Pada pembuatan antena perlu ditentukan jarak pisahnya berdasarkan karakteristik antena tersebut. Jika menggunakan sepasang antena dengan karakteristik yang sama untuk menyediakan diversity, Petunjuknya adalah meletakkan antena tersebut pada jarak pisah sesuai panjang gelombang atau kelipatannya; hingga maksimal 4 kali lipat. Jika antenna diletakkan terlalu jauh terpisah, user dapat mengalami sinyal loss dan performa yang buruk.


Jelaskan 4 standar utama IEEE yang mengatur wireless LAN!


Berikut ini adalah standart IEEE yang pernah dikeluarkan untuk WirelessLAN:

    802.11

Standar 802.11 merupakan standarisasi WLAN pertama yang dipublikasikan oleh IEEE pada tahun 1997. Karena banyaknya jenis-jenis jaringan WLAN yang ada di pasaran, maka standar IEEE 802.11 menetapkan antarmuka (interface) antara klien WLAN (Wireless client) dengan jaringan Access Point-nya (network APs). Untuk membedakan perbedaan antara jaringan WLAN satu dengan jaringan WLAN lainnya, maka 802.11 menggunakan Service Set Identifier (SSID). Dengan penanda ini maka dapat di bedakan antara jaringan WLAN satu dengan lainnya sebab jaringan WLAN satu dengan yang lain pasti memiliki nomor penanda SSID yang berbeda pula. Access Point (AP) menggunakan SSID untuk menentukan lalu lintas paket data mana yang di peruntukkan untuk Access Point tersebut.  Standar 802.11 juga menentukan frekuensi yang dapat digunakan oleh jaringan WLAN. Misalnya untuk industrial, scientific, dan medical (ISM) beroperasi pada frekuensi radio 2,4GHz. 802.11 juga menentukan tiga jenis transmisi pada lapisan fisik untuk model Open System Interconnection (OSI), yaitu: direct-sequence spread spectrum (DSSS), frequency-hopping spread spectrum (FHSS), dan infrared.

Selain pembagian frekuensi diatas, standar 802.11 juga membagi jenis frame-nya menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu: control, data, dan management. Standar 802.11 membolehkan device (perangkat) yang mengikuti standar 802.11 untuk berkomunikasi satu sama lain pada kecepatan 1 Mbps dan 2 Mbps dalam jangkauan kira-kira 100 meter.

    802.11a

Standar 802.11a dipublikasikan pada tahun 1999 yang digunakan untuk mendefiniskan jaringan Wirelessdengan frekuensi 5 GHz Unlicensed National Information Infrastrusture (UNII). Kecepatan jaringan ini lebih cepat dari standar 802.11 dan standar 802.11b pada kecepatan transfer sampai 54 Mbps. Kecepatan ini dapat lebih cepat lagi jika menggunakan teknologi yang tepat. Untuk menggunakan standar 802.11a, perangkat-perangkat komputer (devices) hanya memerlukan dukungan kecepatan komunikasi 6 Mbps, 12 Mbps, dan 24 Mbps. Standar 802.11a juga mengoperasikan channel/ saluran 4 (empat) kali lebih banyak dari yang dapat dilakukan oleh standar 802.11 dan 802.11b. Walaupun standar 802.11a memiliki kesamaan dengan standar 802.11b pada lapisan Media Access Control (MAC), ternyata tetap tidak kompatibel dengan standar 802.11 atau 802.11b karena pada standar 802.11a menggunakan frekuensi radio 5 GHz sementara pada standar 802.11b menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Kelebihan dari standar 802.11a adalah karena beroperasi pada frekuensi radio 5 GHz sehingga tidak perlu bersaing dengan perangkat komunikasi tanpa kabel (cordless) lainnya seperti telepon tanpa kabel (cordless phone) yang umumnya menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Perbedaan utama yang lain antara standar 802.11a dengan standar 802.11 dan 802.11b adalah bahwa pada standar 802.11a menggunakan jenis modulasi tambahan yang disebut Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) pada lapisan fisik di model OSI. Walaupun standar 802.11a tidak kompatibel dengan standar 802.11b, beberapa vendor pembuat perangkat Access Point berupaya menyiasati ini dengan membuat semacam jembatan (bridge) yang dapat menghubungkan antara standar 802.11a dan 802.11b pada perangkat access point buatan mereka. Access point tersebut di buat sedemikian rupa sehingga dapat di gunakan pada 2 (dua) jenis standar yaitu pada standar 802.11a dan standar 802.11b tanpa saling mempengaruhi satu sama lain. Standar 802.11a merupakan pilihan yang amat mahal ketika di implementasikan. Hal ini disebabkan karena standar ini memerlukan lebih banyak Access point untuk mencapai kecepatan komunikasi yang tertinggi. Penyebabnya adalah karena pada kenyataannya bahwa gelombang frekuensi 5 GHz memiliki kelemahan pada jangkauan.

    802.11b

Standar 802.11b merupakan standar yang paling banyak digunakan di kelas standar 802.11. Standar ini dipublikasikan pada tahun 1999. 802.11b merupakan pengembangan dari standar 802.11 untuk lapisan fisik dengan kecepatan tinggi 802.11b digunakan untuk mendefinisikan jaringan Wireless direct-sequence spread spectrum (DSSS) yang menggunakan gelombang frekuensi indusrial, scientific, medicine (ISM) 2,4 GHz dan berkomunikasi pada kecepatan hingga 11 Mbps. Ini lebih cepat daripada kecepatan 1 Mbos atau 2 Mbps yang ditawarkan oleh standar 802.11a. Standar 802.11b juga kompatibel dengan semua perangkat DSSS yang beroperasi pada standar 802.11.

Standar 802.11b hanya berkonsentrasi pada lapisan fisik dan MAC (Media Access Control). Standar ini hanya menggunakan satu jenis frame yang memiliki lebar maksimum 2.346 byte. Namun, dapat dibagi lagi menjadi 1.518 byte jika di hubungkan secara silang (cross) dengan perangkat access point sehingga dapat juga berkomunikasi dengan jaringan berbasis Ethernet (berbasis kabel). Standar 802.11b hanya menekankan pada pengoperasian perangkat-perangkat DSSS saja. Standar ini menyediakan metode untuk perangkat-perangkat tersebut untuk mencari (discover), asosiasi, dan autentikasi satu sama lain. Standari ini juga menyediakan metode untuk menangani tabrakan (collision) dan fragmentasi dan memungkinkan metode enkripsi melalui protokol WEP (wired equivalent protocol).

    802.11g

Standar 802.11g pada dasarnya mirip dengan standar 802.11a yaitu menyediakan jalur komunikasi kecepatan tinggi hingga 54 Mbps. Namun, frekuensi yang digunakan pada standar ini sama dengan frekuensi yang digunakan standar 802.11b yaitu frekuensi gelombang 2,4 GHz dan juga dapat kompatibel dengan standar 802.11b. Hal ini tidak dimiliki oleh standar 802.11a. Seperti standar 802.11.a, perangkat-perangkat pada standar 802.11g menggunakan modulasi OFDM untuk memperoleh kecepatan transfer data berkecepatan tinggi. Tidak seperti perangkat-perangkat pada standar 802.11a, perangkat-perangkat pada standar 802.11g dapat secara otomatis berganti ke quadrature phase shift keying (QPSK) untuk berkomunikasi dengan perangkat-perangkat pada jaringan Wireless yang menggunakan standar 802.11b. Dibandingkan dengan 802.11a, ternyata 802.11g memiliki kelebihan dalam hal kompatibilitas dengan jaringan standar 802.11b. Namun masalah yang mungkin muncul ketika perangkat-perangkat standar 802.11g yang mencoba berpindah ke jaringan 802.11b atau bahkan sebaliknya adalah masalah interferensi yang di akibatkan oleh penggunaan frekuensi 2,4 GHz. Karena frekuensi 2,4 GHz merupakan frekuensi yang paling banyak digunakan oleh perangkat-perangkat berbasis Wirelesslainnya.

    802.11n

802.11n adalah amandemen baru yang meningkatkan atas standar 802,11 sebelumnya dengan menambahkan multiple-input multiple-output (MIMO) dan banyak fitur-fitur baru lainnya. IEEE telah menyetujui amandemen dan itu diterbitkan pada bulan Oktober 2009. Sebelum ratifikasi akhir, perusahaan telah bermigrasi ke jaringan 802.11n didasarkan pada Wi-Fi Alliance sertifikasi produk sesuai dengan rancangan tahun 2007 proposal yang 802.11n.


Bagaimana penggunaan pasif scanning dalam suatu wireless LAN?


Pasif Scanning biasanya dilakukan oleh station atau access point untuk mendengarkan beacon disetiap channel pada waktu tertentu pada waktu setelah station di inisialisai. Station akan mencari network dengan mendengarkan beacon yang menyebutkan SSID dari access point yang akan digabungi. Bila banyak access point, sehingga akan banyak SSID yang dipancarkan untuk digabungi. Maka station akan memilih sinyal yang paling kuat untuk dan bit error yang paling rendah.


Tentang Standart 802.1x


Standart 802.1x menyediakan spesifikasi untuk akses control jaringan port-based. Akses kontrol port-based sebenarnya – dan masih – digunakan dengan eterneth switch. Ketika sebuah user mencoba untuk terhubung ke port ethernet, port kemudian menempatkan koneksi user pada bloked mode untuk menunggu verifikasi dari identitas user dengan sebuah sistem authentikasi back end.

Protokol 802.1x telah dipergunakan pada banyak sistem wireless LAN dan hampir menjadi sebuah latihan standart pada banyak vendor. Ketika dikombinasikan dengan Extensible Authentication Protocol (IEP), 802.1x dapat menyediakan sebuah lingkungan yang fleksibel dan sangat aman berdasarkan berbagai macam skema authentikasi yang digunakan sekarang.

IEP, yang dulunya didefinisikan untuk point to point protokol (ppp), adalah sebuah protocol untuk bernegosiasi dengan metode authentikasi. IEP diterangkan pada RFC 2284 dan mendefinisikan karakteristik dari metode authentikasi termasuk informasi user yang dibutuhkan (pasword, sertifikat, dll), protokol yang digunakan (MD5, TLS, GSM, OTP, dll), dukungan dari igeneration, dan dukungan dari mutu authentikasi. Mungkin terdapat beberapa tipe EAP yang berada dipasar sejak IEEE dan pelaku industri membuat persetujuan pada setiap single type,atau beberapa tipe lain untuk menciptakan sebuah standart.


Kerugian dan Kelebihan Frekuensi Radio


Keuntungan

Gain, diilustrasikan pada figur 2.2, adalah istilah digunakan untuk menguraikan suatu peningkatan di (dalam) suatu amplitudo sinyal RF.Gain pada umumnya adalah suatu proses aktif, yang berarti suatu sumber energi eksternal, contohnya RF amplifier, digunakan untuk memperkuat sinyal atau suatu antena dgn gain tinggi digunakan untuk benwidth suatu sinyal untuk meningkatkan amplitudo sinyal nya.

Bagaimanapun juga, proses pasif dapat juga menyebabkan gain. Sebagai contoh, refleksi dari sinyal RF dapat dikombinasikan dengan sinyal utama untuk meningkatkan yang energi dari sinyal yang utama. Meningkatkan kekuatan sinyal RF mungkin dpat berakibat pada hasil yang positif maupun negatif. Tipikalnya, semakin banyak energi semakin bagus, tetapi terdapat kasus, seperti ketika suatu pemancar sedang meradiasikan energi terlalu batas energi keluaran legal, di mana ditambahkan enrginya maka akan menjadi masalah yang serius.


Kerugian
Kerugian menjelaskan adanya suatu penurunan didalam kekuatan sinyal (Gambar 2.3). Banyak hal yang dapat menyebabkan sinyal RF hilang, kedua-duanya ketika sinyal masih berada di kabel sebagai ARUS BOLAK-BALIK frekwensi tinggi sinyal elektrik dan ketika sinyal disebarkan sebagai gelombang radio lewat udara melalui antena tersebut. Ketahanan kabel dan konektor-konektor menyebabkan kerugian saat memanaskan sinyal ARUS BOLAK-BALIK. Tidak sepadan Impedansi pada kabel dan connectors dapat menyebabkan energi dibalikkan kembali ke arah sumber, dmn dapat menyebabkan degradasi sinyal. Object yang secara langsung jenjang transmisi gelombangnya disebarkan dapat menyerap, mencerminkan, atau menghancurkan sinyal RF. Kerugian dapat dengan sengaja disuntik ke dalam suatu sirkit dengan suatu alat peredam. Alat peredam RF merupakan resistor akurat yang dapat mengkonversi ARUS BOLAK-BALIK frekwensi tinggi untuk memanaskan dalam mengurangi amplitudo sinyal.



Memilih sebuah RF Connector?

Ada lima syarat yang harus diperhatikan ketika membeli dan menginstall beberapa RF connector, dan mereka similar in nature dalam cirinya untuk memilih RF amplifier dan attenuator.

·         RF connector harus match dengan impedansi dari semua komponen wireless LAN yang lain (pada umumnya 50Ω).

·         Mengetahui banyaknya insertion loss masing-masing konektor dimasukkan ke penyebab timbulnya signal. Angka kerugian (loss) disebabkan factor dalam kalkulasi anda untuk keperluan sinyal kuat dan jarak yang di-ijinkan.

·         Mengetahui spesifikasi dari the upper frequency limit (frequency response) untuk konektor tertentu.point ini akan sangat penting ketika frekuensi 5 Ghz wireless LAN yang lebih umum. Beberapa konektor rata-rata hanya maksimum sampai 3 GHz, dimana ini bagus untuk digunakan frekuensi 2.4 GHz wireless LAN, tapi ini tidak akan bekerja pada frekuensi 5 GHz wireless LAN. Beberapa konektor rata-rata hanya sampai 1 GHz dan tidak akan bekerja pada semua frekuensi wireless LAN, selain dari legacy 900 MHz wireless LAN.

·         Waspadai mutu konektor yang tidak baik. Pertama, selalu pertimbangkan pembelian dari perusahaan yang mempunyai nama baik. Ke dua, pembelian hanya pada konektor kualitas tinggi yang diprodusi oleh perusahaan ternama.

·         Yakin kan anda mengetahui kedua jenis konektor (N, F, SMA, dll.) bahhwa anda memerlukan jenis kelamin dari konektor tersebut. Konektor terdiri dari male dan female. Male connector mempunyai center pin, dan female connector mempunyai suatu bak penampung pusat.



Comments

Popular posts from this blog

Cara Merakit Kabel UTP Tipe Straight dan Cross

Tahukah Kamu? Teknologi Wi-Fi Dapat Dipancarkan Menggunakan Cahaya Lampu LED (Li-Fi)

Cara Konfigurasi Mikrotik Melalui VirtualBox